TIMPORA Blitar Perkuat Pengawasan Anak Berkewarganegaraan Ganda di Tulungagung
TULUNGAGUNG - Berbagai instansi pemerintah berkumpul dalam rapat koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kabupaten Tulungagung yang digelar di Azana Hotel Tulungagung. Pertemuan yang berlangsung mulai 17 September 2025 ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap anak dengan status kewarganegaraan ganda.
Bustomi Wibowo, Analis Keimigrasian Madya perwakilan Kantor Wilayah Imigrasi Jawa Timur, menekankan bahwa fenomena anak berkewarganegaraan ganda membutuhkan perhatian khusus dari semua pihak. Setiap instansi diharapkan dapat berkontribusi sesuai dengan bidangnya masing-masing dalam mengawasi dan membina anak-anak dengan status hukum khusus ini.
Aditya Nursanto, Kepala Kantor Imigrasi Blitar, menjelaskan bahwa untuk mendukung koordinasi yang lebih baik, pihaknya membuka kesempatan bagi instansi terkait yang memerlukan data keimigrasian. "Data terkini dapat diakses melalui pengajuan surat resmi yang ditujukan kepada Kantor Imigrasi Blitar atau langsung ke Direktorat Jenderal Imigrasi," jelasnya.
Rapat yang dihadiri perwakilan dari berbagai instansi termasuk Imigrasi, Kepolisian, dinas pendidikan, dinas sosial, dan dinas terkait lainnya menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi. Melalui mekanisme permintaan data secara resmi ini, diharapkan pemantauan dan pembinaan anak berkewarganegaraan ganda di wilayah Blitar dan
Tulungagung dapat berjalan lebih optimal.
Dengan diselenggarakannya rapat ini, TIMPORA Tulungagung berharap dapat menciptakan mekanisme pengawasan yang lebih terpadu dan responsif dalam menangani kasus-kasus keimigrasian, khususnya yang melibatkan anak dengan status kewarganegaraan ganda.
TIMPORA Blitar Strengthened Children with Dual Citizenships Monitoring in Tulungagung
TULUNGAGUNG - Various government institutions assembled for a coordination meeting of the Foreigners Monitoring Team (TIMPORA) in Tulungagung Regency that was held at the Azana Hotel Tulungagung. The meeting had been started on September 17th, 2025, highlighting the importance of children with dual citizenship status monitoring.
Bustomi Wibowo, Senior Immigration Analyst representative of East Java Regional Immigration Office, emphasized that children with dual citizenship need special attention from all parties. Each institution was expected to contribute according to their fields in monitoring and guiding children with this special legal status.
Aditya Nursanto, Head of Blitar immigration Office, explained that to support better coordination, the institution opened opportunities for related institutions that need immigration data. βThe latest data can be accessed through an official letter application which is addressed to the Blitar Immigration Office or directly to the Directorate General of Immigration,β as he said.
The meeting which was attended by representatives of various government institutions including immigration, police, education, social, and other related institutions resulted in joint commitment to strengthen collaboration. Through this official letter application mechanism, it was expected that monitoring and guiding children with dual citizenship in Blitar and Tulungagung regions could be carried out optimally.
With this meeting, TIMPORA Tulungagung expects to create a monitoring mechanism that is more efficient and responsive in handling immigration cases, especially involving children with dual citizenship status.